Rabu, 04 Mei 2011

Beras Merah Jaga Gula Darah

Diabetes melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat drastis, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah menunjukkan, mengganti jenis makanan yang dikonsumsi efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti dari serelia utuh.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.

Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.


sumber : Kompas.com

Karbohidrat Kompleks Jaga Kadar Gula Darah

Selama bertahun-tahun penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari permen, kue, dan makanan bergula lainnya karena diasumsikan akan lebih cepat meninggikan kadar gula darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal itu tidak benar. Semua karbohidrat, termasuk gula dapur, memengaruhi glukosa darah dengan cara yang hampir sama.

Yang paling penting pada karbohidrat adalah tidak bergantung pada jenis yang dimakan, tetapi lebih pada porsi yang diasup. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dari biasa, ada kemungkinan Anda tidak memiliki cukup persediaan insulin untuk membawa kelebihan gula ke dalam sel, yang bisa mengakibatkan meningkatnya kadar gula darah.

Salah satu cara membantu mengendalikan gula darah adalah dengan mengonsumsi jumlah karbohidrat yang sama pada waktu-waktu tertentu setiap hari. Yang paling baik adalah mengonsumsi campuran karbohidrat kompleks dan sederhana.

Manfaat dari karbohidrat kompleks (tepung) adalah bahwa tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk menguraikannya menjadi gula. Dengan demikian, gula memasuki aliran darah dengan laju kecepatan yang lebih stabil. Sertakan dalam karbohidrat makanan campuran yang berserat tinggi. Semakin banyak serat yang dikandung makanan, semakin perlahan proses pencernaannya dan semakin lambat pula peningkatan kadar gula darah.

Sumber karbohidrat kompleks antara lain padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian, sagu, dan sebaginya. Karbohidrat sederhana adalah produk gula itu sendiri atau yang mudah dicerna menjadi gula, misalnya madu, sirup, cake, dan selai, lebih cepat digunakan tubuh sebagai energi sehingga cepat menimbulkan rasa lapar.


Sumber : Kompas.com

Minum Teh Lebih Sehat dari Minum Air Putih?

Minum teh sudah jadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Bangun tidur, minum teh. Makan siang, minumnya teh. Sore hari, tentu lebih nikmat ditemani teh. Namun, bukankah teh bersifat diuretik (membuat dehidrasi)? Pemahaman yang sudah lama beredar di masyarakat ini dibantah oleh para peneliti yang tercatat dalam pemberitaan BBC News.

Pemberitaan tersebut dikutip dari European Journal of Clinical Nutrition yang mengatakan bahwa teh tak hanya membantu memberikan hidrasi pada tubuh sama seperti air, tapi juga mencegah penyakit. Teh dipercaya oleh para peneliti tersebut memiliki flavonoid yang merupakan kunci untuk mendorong kesehatan. Flavonoid ini bisa membantu melawan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, ungkap para peneliti dari Inggris.

Antioksidan polyphenol yang banyak ditemukan pada makanan dan tumbuhan, termasuk daun teh disinyalir membantu mencegah kerusakan pada sel. Nutrisionis dari Kings College London, Dr Carrie Ruxton menemukan bahwa menenggak 3 hingga 4 cangkir teh per hari bisa menurunkan kemungkinan terkena serangan jantung. Ada penelitian yang mengatakan bahwa melakukan hal yang sama juga bisa melindungi diri dari terkena kanker, namun hasil penelitiannya belum pasti.

Keuntungan kesehatan lainnya dari meminum teh adalah mencegah timbunan plak pada gigi dan gigi bolong, sekaligus menguatkan tulang. Karena teh pun mengandung fluoride. Dr Ruxton juga mengatakan, bahwa meminum teh lebih baik daripada minum air putih. Air putih baik untuk hidrasi tubuh. Namun teh bisa mengganti cairan tubuh sekaligus mengandung antioksidan, jadi sekali minum, dapat 2 manfaat.

Studi mengenai kafein menunjukkan bahwa minum kafein dalam jumlah tinggi baru bisa mengakibatkan dehidrasi. Sehingga semua beranggapan bahwa minuman berkafein bisa membuat orang kehilangan cairan tubuh. Namun, meski Anda sudah meminum teh atau kopi yang sangat-sangat kuat sekalipun, yang sebenarnya susah dibuat, Anda tetap akan menambah cairan dalam tubuh.

Tak ada bukti bahwa meminum teh berbahaya bagi kesehatan. Namun, riset menemukan bahwa teh bisa merusak kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan. Artinya, setiap orang yang berisiko anemia seharusnya menghindari minum teh di sekitar waktu makan. Dr Ruxton dan timnya menyarankan untuk mengkonsumsi teh di bawah 3 gelas per hari.


Sumber : Kompas.com

Obat Kanker Perut Sehatkan Mata

Avastin, obat yang sering dipakai pasien kanker perut, ternyata juga efektif mencegah kebutaan pada pasien penyakit degenerasi makula akibat usia. Obat tersebut bukan saja efektif, melainkan juga lebih murah dibanding terapi yang ada saat ini.

Penyakit degenerasi makula akibat penuaan (age-related macula degeneration/AMD) adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada orang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini terjadi apabila makula, yaitu bagian retina yang berperan sebagai penglihatan sentral, mengalami kerusakan karena usia.

Akibatnya, penglihatan di bagian tengah menjadi kabur atau bahkan muncul bintik buta, blind spot, pada bagian tengah lapang pandang Anda. AMD terjadi dalam dua jenis, basah, dan kering. Degenerasi makula tipe kering lebih banyak dialami. Pada awalnya penyakit ini hanya menyerang satu mata, tetapi lambat laun dapat mengenai keduanya.

Sedangkan AMD tipe basah berkembang ketika ada pembuluh darah baru tumbuh pada koroid di bawah makula. Pembuluh abnormal ini bocor dan mengeluarkan cairan atau darah. Kondisi ini menyebabkan penglihatan sentral menjadi gelap.

Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk degenerasi makula tipe kering. Bagi degenerasi makula tipe basah, tersedia beberapa pilihan pengobatan, pada umumnya berupa pembedahan dengan laser.

Para peneliti dari tiga pusat kesehatan mata di Inggris melakukan studi pada 131 pasien yang menderita AMD basah. Dalam penelitian tersebut dibandingkan keefektifan Avastin, obat kanker perut, dengan terapi standar untuk penyakit AMD. Ternyata, Avastin jauh lebih efektif dibanding terapi standar, dan sudah tentu lebih murah.

Para pakar mata di seluruh dunia telah melakukan eksperimen dengan penyuntikan avastin dalam dosis rendah pada mata pasien. Mereka melaporkan keberhasilan dengan biaya yang rendah karena satu obat bisa dibagi dan dipakai oleh banyak pasien.

Avastin merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Roche. Obat ini tidak didaftarkan untuk mengobati AMD basah. Karena itu, pasien disarankan untuk tetap melanjutkan terapi standar untuk AMD hingga ditemukan bukti yang lebih kuat mengenai kemampuan Avastin untuk mengobati gangguan mata AMD.

5 Jenis Sakit Kepala

Mengobati sakit kepala tidak boleh sembarangan, sebab jenis dan penyebabnya berbeda-beda. Sebab jika tidak hati-hati, salah pilih obat malah dapat memicu jenis sakit kepala yang lain.

Jenis sakit kepala yang paling ringan memang bisa sembuh dengan obat sakit kepala biasa. Namun ada juga yang harus diikuti dengan pemberian antibiotik, atau bahkan suplemen untuk memelihara fungsi saraf.

Agar tidak salah dalam memilih obat, kenali 5 jenis sakit kepala seperti dikutip dari Health.com, Jumat (18/6/2010), berikut ini.

1. Tension headache
Merupakan jenis sakit kepala yang paling umum, berupa nyeri atau pegal yang dirasakan secara konstan di sekitar pelipis atau leher dan kepala bagian belakang. Tidak separah migrain, tension headache tidak disertai mual dan muntah dan tidak terlalu mengganggu aktivitas. Obat-obatan yang dijual bebas cukup ampuh untuk mengatasinya, seperti aspirin, ibuprofen, atau asetaminofen.

Para ahli menduga, penyebab jenis sakit kepala ini adalah kontraksi leher dan kulit kepala yang biasanya menyertai kondisi stres. Bisa juga dipicu oleh perubahan komposisi kimia di otak.

2. Cluster headache
Jenis sakit kepala yang satu ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Biasanya terjadi secara mendadap pada satu kelompok, dengan gejala nyeri yang parah pada salah satu sisi kepala. Kadang disertai mata berair, hidung tersumbat, serta ingus meler pada sisi kepala yang sama. Seseorang yang mengalaminya akan merasa gelisah, tidak nyaman seperti pada penderita migrain.

Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga merupakan gangguan pada komponen genetik. Tidak ada obat yang secara efektif bisa menyembuhkan, tetapi obat-obat pereda nyeri bisa mengurangi gejalanya.

3. Sinus headache
Sinus yang mengalami radang karena infeksi bisa menyebabkan nyeri di kepala. Biasanya disertai demam, dan perlu diperiksa degan MRI atau CT Scan untuk mengetahui perubahan komposisi cairan, atau dengan fiber optic untuk melihat adanya nanah.

Selain pereda nyeri, antibiotik juga dibutuhkan oleh penerita jenis sakit kepala ini. jika perlu, dokter akan meresepkan antialergi atau pelega tenggorokan.

4. Rebound hadache
Jangan sembarangan menggunakan obat pereda nyeri, sebab penggunaan secara berlebihan adalah salah satu penyebab jenis sakit kepala yang satu ini. Rebound headache adalah sakit kepala yang terus beulang, dan kadang-kadang justru semakin parah setiap kali diobati.

Salah satu teori mengatakan, terlalu banyak obat menyebabkan respon otak melonjak dan justru memperparah sakit kepala. Teori lain mengatahan, rebound headache merupakan gejala putus obat sebagai efek balikan setelah kadar obat di dalam darah menipis.

5. Migraine headache
Jenis sakit kepala sebelah yang juga banyak ditemukan ini merupakan gangguan neurologis (saraf) dan didefinisikan dengan kriteria sebagai berikut:
Sebelumnya pernah mengalami sakit kepala tak kurang dari 5 kali
Berlangsung selama 4 hingga 72 jam
Mengalami 2 dari 4 keluhan berikut: sakit kepala sebelah; kepala berdenyut; nyeri sedang hingga parah; tidak bisa melakukan aktivitas rutin
Disertai salah satu gejala sebagai berikut: mual dan/atau muntah; menjadi sensitif terhadap bunyi dan cahaya.
Beberapa obat yang dijual bebas diklaim bisa mengatasi migrain dan memelihara fungsi saraf. Namun untuk memastikan tidak ada masalah serius dengan sistem saraf, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Aplikasi Sistem Multimedia

Penelitian interface untuk user dengan kebutuhan – kebutuhan khusus terfokus pada penyediaan sistem interaksi bagi mereka yang kebutuhannya tidak disediakan oleh komputer standar. Berkembangnya penggunaan interface grafik mengurangi kemungkinan bagi user mengalami kerusakan visual / penglihatan. Standar interface saat ini adalah interface grafik. Karena interface yang berkembang saat ini banyak menggunakan gambar – gambar grafik, maka akses komputer bagi user yang mengalami kesulitan penglihatan menjadi berkurang, selain itu juga ditambahkannya suara ke interface agar user yang mengalami gangguan penglihatan bisa terbantu.

Sedangkan untuk user yang mengalami gangguan bicara dan pendengaran multimedia sistem menyediakan beberapa alat komunikasi, termasuk synthetic speec dan komunikasi berdasarkan teks dan conferencing sistem. Speec input dan output adalah salah satu pilihan bagi yang tidak mengalami gangguan bicara. Jika user mempunyai keterbatasan menggunakan keyboard, sebuah sistem yang dapat memprediksi seperti Reactive keyboard, dapat menolong, dengan cara mengantisipasi command – command yang akan diketik dan menawarkan perintah itu untuk dieksekusi. Ini dapat menyingkat pengetikan kata. Perkiraan itu didasarkan atas apa yang telah user ketik sebelumnya, seperti dalam Excel.

Energi dan Kelestarian Lingkungan Hidup

Image Tidak bisa disanggah lagi kalau di era kini, segala aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat ketergantungan kepada ketersediaan energi. Hampir di semua sector kegiatan, energi menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, kemajuan suatu negara akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan energi di negara tersebut.

Sebut saja negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa lainnya, bahkan Korea . Ketersediaan energi di negara-negara tersebut sangat memadai untuk melakukan kegiatan di berbagai bidang yang bisa diandalkan untuk pembangunan bangsa dan negaranya. Namun dalam pengadaan energi tentu saja harus memperhatikan factor kelestarian lingkungan hidup. Karena lingkungan tempat mahluk hidup ini bernaung tidak kalah pentingnya dari kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Merusak lingkungan hidup, sama saja dengan mencelakakan diri sendiri. Lingkungan hidup suatu negara akan sangat berkaitan dengan negara lain, karena kita tinggal di bumi yang sama. Sebab itu pula setiap negara sangat berkewajiban untuk sungguh-sungguh memperhatikan dan mencegah hal-hal yang bisa menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup.

Dampak kerusakan lingkungan hidup seperti pemanasan global, saat kini sudah mulai dirasakan di berbagai belahan bumi ini. Seperti terjadinya peningkatan suhu udara, permukaan air laut naik, yang bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil, dan daratan di sekitar pantai, terjadinya perubahan iklim, yang kini sudah terjadi di beberapa tempat termasuk di negeri ini. Kesemua itu karena lingkungan tempat manusia dan mahluk hidup lainnya sudah tercemar. Bahkan menurut sumber-sumber yang bisa dipercaya, keganasan topan yang akhir-akhir ini suka melanda salah satu bagian di daratan Amerika, diprediksi oleh para ahli sebagai efek dari pemanasan global. Ancaman lain yang tidak kalah bahayanya bagi kehidupan manusia, adalah terjadinya hujan asam.
Di Indonesia sendiri, memasuki tahun 2006 telah terjadi angin badai di beberapa perairan yang mengakibatkan banjir di daerah sekitar pantai hingga berhari-hari. Akibatnya para nelayan tidak bisa turun ke laut untuk mencari ikan, sehingga mereka mengalami masa-masa paceklik. Belum lagi lebatnya curah hujan mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Kejadian-kejadian ini tentu masih punya kaitan dengan pemanasan global akibat kerusakan lingkungan. Kalau penyebab-penyebab kerusakan global ini tidak ditanggulangi untuk ditekan sekecil mungkin, tentu kerusakan lingkungan yang sudah terjadi ini akan semakin parah yang akibatnya juga akan merugikan semua mahluk hidup termasuk kita.

Penyumbang terbesar kerusakan lingkungan hidup secara menyeluruh, adalah polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, seperti batubara, bahan bakar minyak, dan gas alam secara besar-besaran. Dari pembakaran itu berakibat terjadinya emisi rumah kaca sebagai penyebab pemanasan global.

Masalah lingkungan hidup memang bukan persoalan salah satu negara saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh bangsa dan negara. Oleh karena itulah berbagai upaya dilakukan orang untuk mencegah tambah rusaknya lingkungan hidup. Seperti dengan diselenggarakannya KTT Bumi, Protocol Kiyoto, dlsb. Bahkan beberapa negara yang masih memanfaatkan bahan bakar fosil, berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis sangat kompetitif bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi atau batubara. Hanya sebenarnya gas alam juga tetap menimbulkan CO2, tetapi lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batubara. Di samping itu pun gas alam juga menimbulkan methan selama proses penyediaannya, yang kesemua itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Meski akhir-akhir ini muncul teori lain tentang efek rumah kaca, seperti menurut periset Amerika mengatakan bahwa variable aktivitas Mataharilah yang bepengaruh pada naik turunya suhub global. Namun mengurangi pembakaran bahan bakar fosil bagi pemenuhan kebutuhan energi tentu mempunyai manfaat yang besar, paling tidak sebagai langkah penghematan cadangan sumber daya alam yang ada untuk dipergunakan oleh anak cucu kita nanti.

Pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara secara besar-besaran, dilakukan orang untuk keperluan pembangkit tenaga listrik, industrialisasi, dan transportasi. Khusus untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik, sebenarnya penggunaan bahan bakar fosil sudah bisa ditekan sekecil mungkin, karena ada teknologi modern yang menggunakan bahan bakar lain non fosil yang lebih irit produktif, aman dan tidak menimbulkan polusi. Disamping itu pun bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak harganya cenderung terus meningkat, persediaannya juga sangat terbatas. Orang tidak mungkin harus ketergantungan terus menerus kepada bahan bakar minyak, karena suatu saat cadangannya akan habis. Oleh karena itu bagi Indonesia kini saatnya kita memanfaatkan bahan bakar non fosil untuk berbagai keperluan seperti untuk pembangkit listrik. Dengan demikian selain turut melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup secara global, juga sebagai langkah penghematan cadangan sumber daya alam yang sudah semakin menipis di negeri ini.